Monday, December 19, 2011

Atlet Bulutangkis Butuh Peremajaan



BULUTANGKIS merupakan salah satu olahraga yang dibanggakan Indonesia, namun saat ini prestasi yang diraih oleh atlet-atlet bulutangkis Indonesia belakangan ini, boleh dibilang merosot dari tahun-tahun sebelumnya.

Seperti diketahui, Indonesia gagal total di ajang BWF World Superseries Final 2011. Dari empat nomor yang diikuti, tak ada satu pun wakil Indonesia yang bisa memberikan prestasi.

Taufik Hidayat yang selalu menjadi tumpuan Indonesia dalam beberapa tahun ini, tidak dapat berbuat banyak hanya mampu menjadi juru kunci grup saja tanpa memenangkan satu pun pertandingan. Di laga terakhirnya ia dpermalukan atlet dari China, Chen Long dalam dua game 21-13, 21-7.

Hal yang sama diraih oleh Simon Santoso, pasangan Ahsan/Bona, dan ganda campuranTontowi Ahmad /Liliyana Natsir. Para wakil Indonesia ini harus pulang lebih cepat dengan tangan kosong dari ajang tersebut.

Kegagalan semua ini boleh jadi karena kegagalan pembinaan oleh PBSI melahirkan atlet-atlet muda potensial karena terus mengandalkan para pemain senior seperti Taufik Hidayat, Simon Santoso, Maria Kristin Yulianti, dan Vita Marissa. Di mana semuanya telah berumur di atas 25 tahun.

Memang pengalaman mereka bisa diandalkan tapi kita butuh sebuah regenerasi dalam cabang olahraga ini. Di mana seharusnya atlet-atlet muda mulai diberi kesempatan untuk bermain, dan akan menjadi sebuah maklum, bila mereka mengalami kekalahan, karena masih membutuhkan jam terbang.

Beda halnya dengan para pemain senior yang berlaga dan mengalami kekalahan, karena akan menimbulkan banyak pertanyaan dan tanda tanya mengapa hal itu terjadi.

Sebagai acuan lainnya kita bisa lihat dari rangking 10 besar tunggal putra versi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Indonesia hanya menyisakan satu nama saja, yaitu Simon Santoso di peringkat ke delapan. Nama-nama, seperti Taufik Hidayat, Tommy Sugiarto, Sonny Dwi Kuncoro dan lainnya harus puas di luar 10 besar.

Mungkin, di saat eranya Susi Susanti dan Alan Budikusuma, Indonesia masih bisa menjadi lawan yang cukup ditakuti oleh negara-negara seperti China, Malaysia, Jepang dan Korea. Tapi, kini menghadapi pemain dari Thailand pun misalnya, atlet kita sudah kerepotan.

Saat ini tak ada waktu untuk mencari siapa yang salah mengapa prestasi Indonesia di olahraga selalu terpuruk. Saatnya mulai untuk berbenah diri dan kembali melakukan pembinaan yang cukup baik dan menjaga aset yang dimiliki Indonesia.

Muhammad Indra Nugraha - Okezone

No comments:

Post a Comment

Post a Comment